Minggu, 05 Agustus 2012

POHON MASA DEPAN

POHON MASA DEPAN

Di suatu senja, Aku dan ibu masih berpeluh dengan segala tanaman di kebun belakang rumah. Ibu masih asyik dengan cangkulan baru untuk tanaman berikutnya. Sedangkan aku masih setia menemani ibu menyiangi rumput-rumput liar di sudut-sudut kebun. Aku tahu saat itu ibu sedang bersemangat menanam pohon-pohon berbuah yang bisa dipetik hasilnya. Ada durian, rambutan, jeruk, apel, jambu, nanas, pisang. Sepertinya ibu ingin melengkapi rupa-rupa pohon buah di kebun kesayangannya. Kebun yang tak begitu luas itu pun akhirnya terisi dengan berbagai tanaman kesukaan ibu. Meski aku sendiri sangat menyangsikan apakah pohon apel yang ditanam ibu akan berbuah nantinya. Mengingat di daerahku jarang sekali ditemukan pohon apel.

Lepas menanam pohon, aku dan ibu rehat di sebuah dudukan tepat di bawah pohon yang rindang. Aku dan ibu bercerita.

Kamis, 26 Juli 2012

TOTALITAS DALAM MENGGALI KOMPETENSI DIRI

PENTINGNYA TOTALITAS DALAM MENGGALI POTENSI DIRI
Jangan pernah berpikir untuk mengejar materi,
Jangan pernah berpikir untuk mengejar gelar,
Jangan pernah berpikir untuk mengejar jabatan...
Tapi, berpikirlah bagaimana agar materi, gelar, dan jabatan yang mengejar anda!
Bagaimana caranya?
TOTALITAS DALAM MENGGALI KOMPETENSI DIRI


Ya, Itulah perkataan dari salah seorang narasumber dalam sebuah dialog (red:Untukmu Indonesia) di TVRI. Sayang, saya belum sempat tahu nama dari nara sumber tersebut. Tapi yang pasti, beliau adalah seorang akademisi dari Universitas Indonesia.
Saya sangat tertarik untuk menulis tentang arti sebuah totalitas. Bukan berbicara tentang idealisme yang muluk-muluk. Tapi memang saya merasa bahwa totalitas adalah hal penting yang masih saja sulit untuk diaplikasi dalam kehidupan saya secara pribadi.

Kutipan perkataan dari narasumber di atas saya yakini kebenarannya. Karena memang saya juga merasa, seringkali totalitas yang saya jalani selama ini masih belum sepenuhnya ‘’total’’. Masih saja ada berbagai macam pikiran mengenai imbalan/keuntungan/ataupun feedback lainnya yang terkesan sangat materialistik di setiap goal yang ingin saya capai. Entah itu mental saya pribadi,

Selasa, 10 Juli 2012

Sebait Cinta Untuk Orang Tua

Sebait Cinta Untuk Orang Tua

Pensil: “Maafkan aku!”

Penghapus: “Maaf untuk apa? Kau kan tak melakukan kesalahan apa pun.”

Pensil: “Untuk setiap gores luka yang kau rasa karena aku. Setiap kali aku membuat kesalahan, kau selalu ada untuk menghapusnya. Namun, setiap kali salah itu terhapus, kau kehilangan sebagian dari tubuhmu. Kau menjadi kecil dan semakin kecil karenanya.”

Penghapus: “Ya, memang benar, tapi itu tak mengapa. Kau tahu, aku tercipta memang untuk tugas itu. Aku tercipta memang untuk membantumu setiap kali kau melakukan kesalahan. Meskipun aku tahu, suatu saat aku akan tiada dan kau pun akan menggantiku dengan sesuatu yang baru. Sejatinya aku bahagia dengan itu semua. Jadi, tak perlu lah kau khawatir. Aku tak tahan melihatmu bersedih seperti ini.”

Jumat, 15 Juni 2012

Air Mata Meng " Legenda China "

Kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Ch’in Shih Huang-ti yang dikenal kejam. Kaisar khawatir kalau dinasti Hun akan menyerang negara tersebut dari utara. Agar dapat memantau musuhnya tersebut, Kaisar memutuskan untuk membangun sebuah tembok sepanjang wilayah perbatasan Cina bagian utara. Tetapi tidak lama sesudah satu bagian selesai dibangun, bagian yang lain runtuh. Dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga pelaksanaan ‘proyek besar’ tersebut tidak pernah mengalami kemajuan.