Senin, 10 Juni 2013

Susu Pengganti Untuk Anak Kelinci

Terkadang keadaan tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Begitupula dalam beternak kelinci, seringkali kita menemukan suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk berbuat lebih agar kelinci-kelinci yang kita pelihara dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik dan sehat.
Dalam keadaan normal, anak kelinci tidak memerlukan susu pengganti ataupun susu tambahan. Air susu yang dihasilkan oleh sang Induk sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh anak kelinci tumbuh dengan sehat. Yang diperlukan hanyalah memberikan makanan kelinci yang baik dan cukup nutrisi agar induk kelinci dapat memproduksi air susu yang sesuai dengan kebutuhan anak-anaknya.
susu pengganti anak kelinci
Namun seperti telah saya singgung dalam beberapa postingan di blog ini, kelinci juga mempunyai sifat yang berbeda-beda. Tidak semua kelinci betina dapat menjadi indukan yang baik dan pandai merawat anak (indukan yang terbukti tidak pandai merawat anak sebaiknya disingkirkan dari program pembudidayaan). Terkadang kita juga akan menemukan indukan yang stress setelah melahirkan, ataupun indukan yang mati karena sebab tertentu sesaat setelah melahirkan. Hal-hal ini membuat anak-anak kelinci menjadi terabaikan dan tidak mendapatkan perawatan.
Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan jika menghadapi situasi seperti ini :

Jumat, 07 Juni 2013

The Billionaire: Top Secret

Top Secret Poster

Siapa sangka cemilan rumput laut bisa dijadikan lahan bisnis ’basah’ sama seperti habitat rumput laut yang basah-basahan dilaut. Cemilan rumput laut goreng yang populer dikalangan etnis tionghoa di thailand ini kemudian bisa mendunia melalui tangan seorang pemuda yang membuatnya jadi seorang billionaire (milyuner).

Ya kali ini GTH salah satu perusahaan perfilman Thailand mengeluarkan debut film remaja berikutnya. Namun ini bukan sembarang film remaja berbau komedi romantis yang biasa diproduksi oleh perusahaan tersebut. Sebut saja Bangkok Traffic Love, Hello Stranger, dan Suckseed. Film The Billionair (Top Secret) bukan film biasa, ya ini merupakan film autobiografi perjuangan seorang pemuda bernama Top Ittipad.

Sebelum menonton biasanya daku memilih-milih film apa yang bagus untuk ditonton baik dari ide, story-telling, grafis, maupun inspirasi apa yang bisa didapatkan. Rugi dong nonton cuma buang-buang duit ga dapat apa-apa atau cuma dapat wah grafisnya doang namun poor story-telling maupun no inspiration matter. Kegiatan pilah-pilih ini biasanya dengan melihat trailer, membaca-baca review di imdb, yahoo-movies, kaskus, dan lain-lain. Sialnya kalo sempat membaca spoiler (bocoran jalan cerita film)nya juga, hehe. Untuk kali ini, trailer nya sudah cukup menarik, memanggil jiwaku untuk melihat kisah perjuangan jatuh bangun jadi pengusaha.

Walaupun penggambaran ditrailer dan biografi Top Ittipat sudah bisa menjelaskan ini film apa, mau dibawa kemana, dan endingnya gimana, namun cukup seru  menyaksikan jatuh bangun si Top meraih kesuksesan. Yup dunia enterpreneurship emang tidak senyaman seperti kerja kantoran. Walaupun dengan keuntungan yang besar, namun bayang-bayang resiko besar turut menyertai.

Top ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap his girlfriend. Seperti kata ibu si Top, sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu. Yup film ini full inspirasi buat kamu-kamu yang ingin bergelut didunia bisnis. Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, syukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Top secret (rahasia si Top).

Bagi fans film thailand tentang cinta-cintaan semu jangan terlalu berharap sama film ini, ya seperti yang telah saya katakan, ini bukan film biasa, film ini lebih kearah film motivasi hidup. Si Top malah meninggalkan cewenya agar bisa lebih sukses, hahaha. Ups spoiler.
Top Ittipat

Rabu, 29 Mei 2013

Cara Mudah Memasarkan Usaha Makanan Ringan



Berbisnis makanan ringan kelihatannya mudah dan menarik untuk dilakukan, tapi setelah benar-benar terjun ke dalamnya ternyata tak semudah yang dibayangkan. Penyebabnya antara lain karena banyaknya pengusaha lain yang juga terjun ke bisnis ini. Tapi jangan khawatir, bila anda ingin memulai bisnis makanan ringan, mungkin beberapa strategi sukses di bisnis makanan ringan yang akan saya bagi ini bisa menginspirasi anda agar bisnisnya lebih sukses icon smile Cara Mudah Memasarkan Usaha Makanan Ringan
Inilah beberapa strategi sukses di bisnis makanan ringan :

Buatlah nama untuk bisnis makanan Anda semenarik mungkin
Sebelum Anda membuka usaha makanan, sebaiknya Anda sudah menyiapkan nama untuk usaha Anda. Pilih nama yang menarik, unik, dan mudah diingat oleh para konsumen. Karena nama usaha menjadi image yang akan tertanam pada konsumen, pentingnya brand 250x187 Strategi Pemasaran Bisnis Makanansehingga mereka mudah untuk mengingat usaha Anda. Disamping itu hal yang perlu diperhatikan ketika mencari nama usaha, sesuaikan nama dengan usaha yang Anda jalankan. Misalnya : “Warung Steak” untuk usaha makanan khusus steak,  ” Ramen” Japanese Noodle untuk bisnis makanan khas Jepang,  atau “Kedai Jamur” untuk usaha makanan khusus jamur. Nama usaha dapat Anda tempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun x – baner di depan lokasi usaha Anda. Agar konsumen yang kebetulan lewat, tertarik untuk mampir membeli produk makanan Anda.
 

Rabu, 08 Mei 2013

Inspirasi Bisnis Daging Kelinci


Arief terjun ke dunia wirausaha pada 2010, setelah ‘gerah’ berkarier sebagai seniman. Mulanya, Arief bisnis abon daging kelinci. Ia membagi dan menawarkan kepada orang lain. Permintaan meningkat.

Namun, setelah setahun, Arief berhenti karena pasokan daging kelinci sangat sedikit. Kemudian Arief berpikir mengapa tidak menjadi produsen saja? Arief pun membuat www.dagingkelinci.com di bawah PT Agrovity Industries.

Modal awal Arief untuk bisnis ini sekitar Rp50 juta yang ia gunakan sebagai modal untuk membangun rumah kandang, kandang kelinci, indukan, alat perawatan, pakan dan gaji pegawai. Masalah kualitas kandang, sangat penting dalam bisnis kelinci. Yang penting sirkulasi udara bagus dan air tidak masuk. Kelinci tidak bisa kena air. Embun saja bisa membuat hewan itu borok.

Hambatan yang Arief hadapi adalah paradigma masyarakat terhadap daging kelinci. Umumnya, mereka melihat kelinci bukan sebagai ternak, namun setengah hewan peliharaan, setengah makanan. Cara mengubah hal itu, mau tidak mau, dengan menjual sebanyak-banyaknya sehingga daging kelinci menjadi hal yang umum.

Arief memiliki alasan tertentu kenapa ia percaya daging kelinci akan digemari masyarakat. Daging kelinci konon, ia bisa menjadi obat asma tradisional,  tidak memiliki lemak tak jenuh, sangat rendah kalori, tinggi protein dan kalsium. Di India, daging kelinci disebut-sebut sebagai yang paling enak. Hal inilah yang memudahkan Arief menembus pasar yang peduli terhadap gaya hidup sehat. Apalagi, ia tidak rentan terhadap virus penyakit, seperti sapi gila atau flu burung.

Strategi lain adalah melakukan sistem plasma. Arief merekrut peternak-peternak lain, memberi indukan untuk mereka ternakkan. Arief juga ikut menjaga kualitas ternak, memberi semacam target – bobot dan kuota produksi. Timbal-baliknya, Arief pasti membeli hasil mereka, berapa pun jumlahnya. Dan jika mereka menjual ke orang lain dengan harga sekitar Rp30.000, Arief bisa membeli dengan harga Rp50.000-55.000. Kalau Arief membeli dengan murah, mereka sengsara.

Saat ini jumlah produksinya mencapai 1,6 ton per bulan. Selain bergerilya menjual langsung ke orang per orang, ada permintaan besar dari Jakarta (100kg per minggu) dan Madiun (300kg per minggu). Kalau eceran, harga jual per kilogram adalah Rp75.000. Keunggulan dari produk Arief lebih karena menggunakan kelinci pilihan, persilangan antara kelinci New Zealand white dan lokal. Agar lebih awet, Arief menjual daging yang dikemas dalam plastik dan divakum.

Bisnis ini sangat potensial karena masih merupakan ‘blue ocean’ dan ‘ujung’-nya belum kelihatan. Arief percaya, usaha yang dilakukan di hulu pasti akan habis. Untuk kelinci, selain daging, kulit dan kotorannya pun bisa dijual. Lagipula, masih banyak pengembangan yang bisa dilakukan. Membuat varian produk baru,seperti nugget, menjual franchise, hingga diversifikasi bisnis.

Saat ini, Arief sedang memesan mesin pembuat pakan. Dengan begitu, nanti Arief bisa menjual pakan tersebut kepada peternak lain, sekaligus mempererat hubungan dan mencari plasma baru. (Bayu Maitra)