Jumat, 15 Juni 2012

Air Mata Meng " Legenda China "

Kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Ch’in Shih Huang-ti yang dikenal kejam. Kaisar khawatir kalau dinasti Hun akan menyerang negara tersebut dari utara. Agar dapat memantau musuhnya tersebut, Kaisar memutuskan untuk membangun sebuah tembok sepanjang wilayah perbatasan Cina bagian utara. Tetapi tidak lama sesudah satu bagian selesai dibangun, bagian yang lain runtuh. Dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga pelaksanaan ‘proyek besar’ tersebut tidak pernah mengalami kemajuan.

Rabu, 13 Juni 2012

Untukmu Kekasih Masa Depanku



º•* «̊͡♡̬̩̃ Untukmu Kekasih Masa Depanku ♡̬̩̃ »̊͡*•º

♥ Aku memilihmu bukan dari banyak atau
sedikitnya hartamu,
Karena harta bisa dicari kapan pun kita mau,
Tapi aku menilai jiwa sosialmu saat senang dan
susah,
Karena kebaikan akan berbuah hasil yang indah,
Seperti Thalhah Bin Ubaidillah
Yang mendapat julukan "Si Pohon Kebaikan" dari
Rasulullah.

♥ Aku memilihmu bukan karena tampan atau
tidaknya dirimu,

















Karena jika usia kita semakin tua maka
ketampanan pun akan semakin pudar.
Tapi dari seberapa kuatnya dirimu hadapi cobaan
kehidupan.
Seperti Usamah Bin Zaid, dia kuat dan cerdas.
Tak heran, Rasulullah mengangkatnya sebagai
panglima perang dan dewan pertimbangan

♥ Aku memilihmu bukan karena keshalihanmu,
Karena tingkat keshalihan itu bisa naik dan turun,
Tapi dari semangatmu untuk terus belajar
mendapatkan ilmu,
Karena ilmu adalah dasarnya amal, cahayanya
Allah.

Senin, 11 Juni 2012

Sepatu Dahlan

NOVEL “SEPATU DAHLAN”: Kisah Inspiratif DAHLAN ISKAN Melewati Masa-Masa Sulit

“HIDUP, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya." Kalimat itu ditulis oleh Dahlan Iskan sebagai pengantar sebuah novel yang diklaim oleh penulisnya Khrisna Pabihara sebagai diinspirasi oleh kisah hidup sang menteri.

Sabtu, 09 Juni 2012

Bunga Untuk Bunda

Bunga Untuk Bunda

Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.

Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”